Tak hanya menjadi wadah memperdalam nilai-nilai
keagamaan, kegiatan hadrah juga menjadi media menyalurkan bakat seni dan
memperkuat rasa kebersamaan Warga Binaan. Kelompok hadrah ini juga kerap tampil
mengisi kegiatan-kegiatan internal Lapas, seperti peringatan hari besar Islam,
pembukaan pelatihan, hingga acara keagamaan rutin.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo,
mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menciptakan pembinaan
yang menyentuh hati dan membentuk karakter positif bagi Warga Binaan. “Hadrah
menjadi sarana spiritual sekaligus ekspresi seni religius bagi Warga Binaan.
Ini menunjukkan di balik jeruji, proses pembinaan tetap berjalan aktif,
membentuk pribadi yang lebih baik, dan lebih religius,” terangnya.
Salah satu Warga Binaan inisial Z bersyukur
bisa bergabung dalam kegiatan tersebut.
“Setiap
latihan dan tampil di acara Lapas membuat saya lebih semangat. Saya merasa
lebih dekat dengan Allah dan lebih percaya diri karena bisa berkontribusi
secara positif,” ungkapnya
.
Dengan semangat
religius dan kreativitas yang terus dibina, kelompok hadrah Masjid At-Taubah
menjadi bagian penting dalam mewarnai kehidupan rohani di Lapas Pemuda Madiun.
Pembinaan ini diharapkan menjadi bekal positif bagi para Warga Binaan saat kembali ke
tengah masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
0 Komentar