Kegiatan diikuti oleh Warga Binaan yang beragama Kristen dan Katolik di Lapas Pemuda Madiun dan didampingi oleh staf pembinaan Lapas Pemuda Madiun. Suasana ibadah berlangsung khidmat, penuh sukacita, serta menjadi momen refleksi spiritual bagi para peserta.
Kegiatan pembinaan ini dipimpin oleh Pendeta Lidya Listriani yang dalam khotbahnya menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan serta menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan. Ia juga mengajak para Warga Binaan untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui iman dan pengharapan kepada Tuhan, kita dapat menemukan kekuatan untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna,” ungkap Pendeta Lidya Listriani dalam pesannya.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Setyawan Nugroho Endiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan di Lapas.
“Pembinaan kerohanian menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman, menumbuhkan kesadaran diri, serta membangun karakter yang lebih baik sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pembinaan yang menyeluruh, baik dari segi kepribadian, keterampilan, maupun spiritual.
“Melalui kegiatan pembinaan rohani seperti ini, kami berharap Warga Binaan dapat menemukan ketenangan batin, meningkatkan keimanan, serta memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tegas Wahyu.
Melalui kegiatan pembinaan rohani ini diharapkan para Warga Binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki perilaku, serta memiliki bekal spiritual yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
0 Komentar