Ikuti Penguatan Irjen Kemenimipas, Lapas Pemuda Madiun Pertegas Komitmen Pengawasan Berbasis Integritas

  



Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun mengikuti secara virtual Penguatan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan, Senin (20/7). Kegiatan diikuti oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, beserta jajaran struktural dan staf di ruang Teleconference Lapas.

Inspektur Jenderal, Rudi Setiawan, menegaskan bahwa pengawasan merupakan instrumen untuk memastikan setiap program berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan nilai tambah bagi organisasi. Menurutnya, fungsi pengawasan harus mampu bertransformasi dari sekadar menemukan kesalahan menjadi upaya pencegahan melalui pengendalian risiko yang terukur.


"Pengawasan harus mampu menjadi mitra strategis organisasi. Fokus kita bukan hanya menemukan pelanggaran, tetapi membangun sistem yang mampu mencegah penyimpangan sejak dini, memperkuat integritas, dan memastikan seluruh jajaran bekerja secara profesional, responsif, serta akuntabel," tegas Rudi.

Ia menjelaskan, Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2026 disusun untuk mendukung kebijakan pengawasan yang adaptif, terintegrasi, berbasis risiko, dan berorientasi pada hasil. Seluruh jajaran juga diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyimpangan yang dapat menghambat pelaksanaan tugas, mulai dari penyalahgunaan kewenangan dalam pelayanan, pengelolaan kebutuhan dasar warga binaan, hingga potensi masuknya barang-barang terlarang ke dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan.

Selain itu, Inspektur Jenderal menekankan pentingnya model tiga link dalam penguatan tata Kelola dan pengawasan intern. Link pertama satuan kerja, lini kedua kepatuhan internal, manajemen Risiko dan unit pengendalian intern (UPI) dan lini ketiga Inspektur
Jenderal.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa penguatan dari Inspektur Jenderal menjadi pedoman penting bagi seluruh jajaran dalam memperkuat budaya kerja yang berintegritas dan meningkatkan kualitas pengawasan internal di lingkungan Lapas Pemuda Madiun.

"Arahan Bapak Inspektur Jenderal menjadi pengingat bagi kami bahwa pengawasan bukan hanya tanggung jawab aparat pengawas, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran. Kami berkomitmen memperkuat pengawasan berbasis integritas, meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional, serta membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Rudi.

Melalui kegiatan penguatan ini, Lapas Pemuda Madiun menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan sistem pengawasan internal, menerapkan manajemen risiko secara konsisten, serta memperkuat integritas seluruh pegawai guna mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

 

0 Komentar