Perkuat Pembinaan Humanis, Kalapas Pemuda Madiun Berikan Arahan dan Ajak Makan Bersama Warga Binaan Straf Cell

 


Madiun, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan beserta jajaran struktural dan staf, menyambangi Blok E atau blok straf cell untuk memberikan pengarahan sekaligus penguatan pembinaan kepada Warga Binaan, Selasa (15/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kalapas dalam membangun komunikasi secara langsung dengan Warga Binaan, khususnya mereka yang sedang menjalani masa penempatan di straf cell akibat pelanggaran tata tertib. Dengan pendekatan dialogis, Rudi memberikan pemahaman agar setiap Warga Binaan dapat menjadikan sanksi yang diterima sebagai bahan evaluasi dan tidak mengulangi kesalahan di kemudian hari.

Kegiatan diawali dengan pengarahan mengenai pentingnya menaati tata tertib dan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku di Lapas. Rudi mengingatkan Warga Binaan agar menjadikan pengalaman selama menjalani sanksi sebagai momentum untuk memperbaiki diri, sehingga ke depannya dapat kembali mengikuti program pembinaan dengan baik.

“Saya berharap apa yang sudah terjadi cukup menjadi pelajaran. Jangan sampai pelanggaran yang sama terulang kembali. Jalani proses ini dengan baik, introspeksi diri, dan setelah selesai menjalani sanksi, mari kembali mengikuti pembinaan dengan lebih disiplin,” ujar Rudi.



Usai memberikan pengarahan, Kalapas Rudi juga mengajak Warga Binaan untuk makan bersama dengan menu nasi pecel. Momen tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Selain sebagai bentuk perhatian, makan bersama menjadi kesempatan bagi Kalapas untuk membangun komunikasi yang lebih dekat serta mendengarkan secara langsung berbagai hal yang dirasakan oleh Warga Binaan.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pemberian sanksi terhadap pelanggaran tata tertib tetap harus diiringi dengan pembinaan dan pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Sanksi tetap harus diberikan sebagai bentuk penegakan aturan, tetapi pembinaan tidak boleh berhenti. Kita ingin Warga Binaan memahami kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi pelanggaran. Karena tujuan akhirnya adalah perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” jelas Rudi.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial K menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Kalapas. Menurutnya, kehadiran pimpinan secara langsung dan komunikasi yang terbuka memberikan motivasi bagi Warga Binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

“Kami berterima kasih karena Bapak Kalapas mau datang dan berbicara langsung dengan kami. Arahan yang diberikan menjadi pengingat bagi kami untuk tidak mengulangi kesalahan dan lebih disiplin ke depannya. Makan bersama juga membuat kami merasa diperhatikan,” ungkap K.

Melalui pendekatan humanis yang tetap mengedepankan ketegasan dalam penegakan aturan, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menciptakan proses pembinaan yang seimbang antara disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian. Kehadiran pimpinan secara langsung di tengah Warga Binaan diharapkan mampu membangun komunikasi positif sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pribadi yang lebih baik. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

 

0 Komentar