Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berupaya memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan melalui penyelenggaraan pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B. Salah satu mata pelajaran yang diberikan adalah Bahasa Inggris, yang dilaksanakan secara interaktif di ruang kelas Lapas Pemuda Madiun, Rabu (21/10).
Pembelajaran berlangsung di Ruang Kelas Lapas Pemuda Madiun bersama Yuwas Aji Nugraha, tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Mustofa Kota Madiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terus belajar, menambah wawasan, serta memperoleh pengetahuan yang bermanfaat sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam pembelajaran tersebut, Warga Binaan mempelajari materi dasar Bahasa Inggris, mulai dari pengenalan kosakata hingga nama-nama hari dalam bahasa Inggris beserta pengucapannya. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penjelasan materi, tanya jawab, dan latihan sederhana sehingga peserta dapat lebih mudah memahami pelajaran. Suasana belajar yang aktif juga mendorong Warga Binaan untuk berani mencoba, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan akses pendidikan yang bermanfaat bagi pengembangan diri.
“Pendidikan menjadi salah satu bekal penting bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan. Kami berharap melalui pembelajaran Bahasa Inggris ini, mereka dapat menambah pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta memiliki motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri,” ungkap Rudi.
Sementara itu, Yuwas Aji Nugraha selaku tutor dari PKBM Al Mustofa Kota Madiun menyampaikan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris diberikan secara bertahap agar materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Pengenalan kosakata dasar menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman dan keberanian dalam menggunakan bahasa asing.
“Dalam belajar Bahasa Inggris, yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba dan berlatih secara konsisten. Kami berusaha menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan interaktif agar Warga Binaan lebih mudah memahami pelajaran serta semakin percaya diri untuk belajar hal-hal baru,” jelas Yuwas.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial C mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris karena memperoleh pengetahuan baru yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya senang bisa belajar Bahasa Inggris di sini. Dari yang sebelumnya belum terlalu memahami, sekarang saya mulai mengenal beberapa kosakata dan nama-nama hari dalam Bahasa Inggris. Semoga ke depannya saya bisa terus belajar dan menambah pengetahuan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Melalui pembelajaran Bahasa Inggris dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menghadirkan pembinaan yang mendukung peningkatan pengetahuan dan kualitas diri Warga Binaan. Diharapkan, kesempatan belajar ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal pendidikan yang lebih baik. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

0 Komentar