Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali melaksanakan razia insidentil, Kamis (3/9). Kegiatan tersebut merupakan upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban dalam rangka mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari handphone, pungutan liar, serta narkoba (Halinar).
Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP), Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib), dan Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), serta diikuti Kepala Subseksi Keamanan, staf KPLP, staf Adm. Kamtib, dan Regu Pengamanan.
Target penggeledahan dilaksanakan di Blok D kamar 17 dan 18. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian serta barang-barang yang berada di dalamnya.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, yaitu satu buah sajam rakitan, dua buah potongan besi, tiga buah paku, dua buah pinset, dan empat gulungan tali. Seluruh barang temuan tersebut langsung diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, dalam penggeledahan tersebut petugas tidak menemukan adanya handphone maupun narkoba. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa pengawasan terhadap potensi masuknya barang-barang terlarang terus dilakukan secara optimal. Meski demikian, petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang dinilai dapat disalahgunakan untuk mengganggu keamanan, sebagai langkah preventif guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Ka.KPLP Lapas Pemuda Madiun, Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa razia insidentil merupakan salah satu langkah konkret jajaran pengamanan dalam melakukan deteksi dini sekaligus memastikan kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali.
“Razia ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Setiap temuan langsung kami amankan dan tindak lanjuti sesuai ketentuan. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan guna mewujudkan Lapas Pemuda Madiun yang zero Halinar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pemberantasan Halinar merupakan komitmen bersama seluruh jajaran dan harus dilaksanakan secara konsisten.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga Lapas Pemuda Madiun tetap aman, tertib, dan bebas dari Halinar. Razia tidak hanya dilakukan sebagai respons terhadap adanya dugaan pelanggaran, tetapi juga sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. Sinergi seluruh jajaran menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan razia insidentil secara rutin dan berkelanjutan, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan kewaspadaan jajaran sebagai langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mewujudkan Lapas Pemuda Madiun Zero Halinar. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
0 Komentar