Mahasiswa Pacitan, Tolak Black campaign


 PACITAN. Jelang Pemilu 2024 situasi politik perlu kondusif dan jangan terprovokasi oleh hasutan dan ajakan yang mengandung hoax, terutama di media sosial. Penyebabnya karena marak black campaign (kampanye hitam) yang menjelekkan politisi atau partai dan Paslon lainnya yang bertujuan mengeruhkan suasana.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) STKIP Kabupaten Pacitan,  Fatima Nur Warisma menyampaikan, terkait aksi Kampanye hitam oleh mahasiswa, kami tidak  ada agenda untuk menyuarakan kampanye hitam.

” Saat ini kami masih fokus pembenahan pada internal struktur kemahasiswaan, karena Pemilu sudah di depan mata dan sebentar lagi pemilihan calon Presiden. Jadi jangan sampai terhasut oleh Isyu Hoax, semakin dekat di hari H pencoblosan semakin banyak hasutan yang digunakan para kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana,” ujar Fatima.

Maka itu Fatima menyampaikan untuk menolak black campaign atau kampanye hitam dengan tegas, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Pacitan tidak mempercayainya dengan bentuk apapun.

“ Apabila ada masyarakat mempromosikan partai dan calon presiden (Capres) idolanya, baik secara langsung atau melalui media sosial gunakanlah cara cara yang baik dan benar , Meski hanya simpatisan lakukanlah dengan bijaksana dalam kampanye, dan dengan senang hati dan benar karena ingin agar Indonesia dipimpin oleh sosok Presiden yang terbaik untuk Indonesia kedepannya,” ungkapnya.

Maka dari itu, kami berharap masyarakat Kabupaten Pacitan jangan sampai terhasut dengan Isyu Hoax. Apalagi masyarakat sekarang sudah cerdas dalam menyikapi wacana di tahun politik. Para intelektual muda mesti melakukan analisa kritis atas informasi di media, demi tidak terpengaruh atau bahkan terprovokasi hoaks,”

“ kami Mahasiswa berharapan masyarakat harus bijaksana dan cerdas dalam menghadapi fenomena maraknya berita bohong, terutama di tahun politik yang serba kepentingan. Harus ada filtrasi dalam menerima informasi. Check dan recheck penting dilakukan untuk mengetahui validitas kebenaran dari informasi tersebut,” pungkas Fatima.

Sementara itu, Revin salah satu mahasiswa Pacitan mengungkapkan, secara pribadi menolak secara tegas segala bentuk kampanye hitam, selain sangat mencederai demokrasi kita,hal ini dapat menjadi pemecah belah persatuan dan kesatuan Karena jika ikut arus kampanye hitam, bisa jadi masyarakat yang akan dirugikan,” ulasnya.

Lebih parahnya mungkin akan timbul konflik sosial sehingga mengganggu keamanan ketertiban dan stabilitas keamanan serta kondisivitas di Pacitan yang selama ini terpelihara dan terjaga dengan baik,” tuturnya.

Revin juga mengajak kepada segenap masyarakat Pacitan untuk membentengi diri serta menjaga keluarga, masyarakat, lingkungan dan desanya dari segala bentuk adu domba dari kampanye hitam, ujaran kebencian dan semua hal-hal yang merusak.

” Saya meyakini bahwa substansi pemilihan langsung adalah upaya kita untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik bermartabat dan bermanfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, serta mencegah yang buruk berkuasa,Pemimpin yang baik harus dilahirkan dengan proses demokrasi yang baik dan proses demokrasi yang dipenuhi dengan adu domba, kampanye hitam dan ujaran kebencian hanya akan menimbulkan kerusakan dan meninggalkan residu berkepanjangan yang sangat merusak peradaban yang kita bangun selama ini,” tambahnya. ( LC )

Posting Komentar

0 Komentar