Harga Sembako Pacitan Jelang Ramadan Stabil, Polisi Pastikan Stok Aman


  PACITAN – Harga sembako di Pacitan menjelang Ramadan terpantau stabil, bahkan sebagian komoditas turun. Kepolisian memastikan stok bahan pokok hingga BBM dan LPG dalam kondisi aman.

Hal itu disampaikan Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Maskanan saat operasi pasar, Rabu (18/2/2026). 

Menurutnya, hingga saat ini belum ada lonjakan harga signifikan di sejumlah pasar tradisional.

“Untuk sekarang rata-rata harga justru turun. Nggak tahu nanti tiga atau lima hari ke depan, ya,” ujarnya.

Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Pasar Arjowinangun, Pasar Minulyo, dan Pasar Arjosari menunjukkan harga relatif stagnan dibanding hari sebelumnya.

Beras premium dan medium masih bertahan di angka Rp14.500 dan Rp13.000 per kilogram. Gula kristal putih Rp17.500 per kilogram. Minyak goreng curah Rp18.000 per kilogram. 

Sementara minyak kemasan premium Rp19.666 per liter, kemasan sederhana Rp18.166 per liter, dan Minyakita Rp15.700 per liter. Seluruhnya tidak mengalami perubahan harga.

Untuk komoditas daging, daging sapi paha belakang berada di angka Rp133.333 per kilogram. Daging ayam ras Rp39.666 per kilogram atau sekitar Rp40 ribu, sedangkan ayam kampung Rp65.666 per ekor. Telur ayam ras Rp29.166 per kilogram dan telur ayam kampung Rp63.666 per kilogram. Lagi-lagi, tidak ada kenaikan.

Choirul menyebut stok bahan pokok di pasaran masih mencukupi. “Beras, minyak, semuanya masih aman. Termasuk BBM di SPBU dan LPG juga aman,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan situasi bisa berubah mendekati Ramadan. Pihaknya akan terus memantau distribusi dan siap membantu jika ada kendala suplai di lapangan.

“Kita usahakan kalau ada permintaan atau kebutuhan mendesak, segera kita bantu rekomendasikan. Yang penting Pacitan tetap aman,” tegasnya.

Untuk BBM, kata dia, tidak ada persoalan ketersediaan. Hanya saja, kendala teknis kerap muncul saat hari libur. Beberapa SPBU kesulitan melakukan setoran non-tunai karena layanan perbankan tutup.

“Kalau libur, pembayarannya agak terkendala. Biasanya harus ke teller, sementara teller tutup. ATM juga terbatas. Itu saja kendalanya,” pungkasnya. (*)

0 Komentar